Computer Crimes yang ada di Indonesia

Pertanyaan :

Carilah 1 contoh kejahatan komputer yang pernah terjadi di Indonesia, sebutkan kronologis dan cara penanggulangannya

Status : Tercapai

Keterangan : Saya telah mencari contoh kasus crime yang ada di indonesia.

Pembuktian :
Isi Berita

Kasus Mustika Ratu adalah kasus cybercrime pertama di Indonesia yang disidangkan. Kasus ini merupakan contoh kasus defacing. Belum usai perdebatan pakar mengenai perlu tidaknya cyberlaw di Indonesia, tiba-tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mulai disidangkan kasus cybercrime. Pelakunya, menggungakan domain name mustikaratu.com untuk kepentingan PT. Mustika Berto, pemegang merek kosmetik Sari Ayu. Akibat penggunaan domain name mustikaratu.com tersebut, PT. Mustika Ratu tidak dapat melakukan sebagian transaksi dengan calon mitra usaha yang berada di luar negeri. Pasalnya, mereka tidak dapat menemukan informasi mengenai Mustika Ratu di website tersebut. Mereka kebingungan ketika menemukan website mustikaratu.com yang isinya justru menampilkan produk-produk Belia dari Sari Ayu, yang notabene adalah pesaing dari Mustika Ratu untuk produk kosmetik. Tjandra Sugiono didakwa dengan Pasal 382 bis KUHP mengenai perbuatan curang (bedrog) dalam perdagangan, yang ancaman hukumannya 1 tahun 4 bulan. Selain itu, jaksa juga memakai Undang-undang No. 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Menurut jaksa, perbuatan terdakwa telah melanggar Pasal 19 UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Kronologinya

Kasus tersebut berawal dari seseorang defacting yang membuat sebuah hosting dengan nama hosting sama dengan PT. Mustika Ratu yaitu mustikaratu.com, pelaku membuat hosting itu hanya untuk kepentingan PT. Mustika Bento. Akibat dari samanya hosting dari kedua PT tersebut, pihat PT. Mustika Ratu tidak dapat melakukan transaksi dengan konsumen yang ada diluar negeri maupun dalam negeri.

Penanggulangannya

Pelaku dijerat dengan Pasal 382 bis KUHP mengenai perbuatan curang dalam perdagangan, yang hukumannya 1 tahun 4 bulan. Selain itu pelaku juga dijerat pasal 19 UU No. 5 Tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak ketat.